Waspada Potensi Penyakit DBD Jelang Musim Basah

Bisnis

Tak terasa, kita telah menjalani lebih dari separuh dari tahun 2019. Kini akhir bulan Agustus sudah di depan mata, dan sebentar lagi akan memasuki bulan September, tentunya. Saat ini mungkin kita telah mengalami musim kemarau yang ditandai dengan cuaca panas bahkan dari pagi hingga sore hari. Itu karena di Indonesia saat ini masih memasuki iklim kering.

lifepal.co.id

Namun, iklim kering ini tentu akan berganti menjadi musim basah, atau di negara empat musim, ditandai dengan tibanya musim gugur dan musim dingin. Diperkirakan akhir September hingga awal Oktober dimulai musim basah di Indonesia yang ditandai dengan curah hujan yang lebih tinggi.
Musim penghujan di Indonesia, sayangnya, sering kali diasosiasikan dengan kemurungan dan duka dalam literatur-literatur. Memang saat musim hujan, aktivitas yang biasa dilakukan saat musim kering menjadi terganggu, seperti harus membiasakan membawa payung dan mempersiapkan pakaian cadangan. Apalagi jalanan sekitar ibukota Jakarta yang lekat dengan imej banjir.

Selain itu, beragam kegiatan, terutama jika mengharuskan keluar ruangan, jadi terganggu dan bisa jadi kacau bila tidak disiasati sejak awal. Tapi di samping semua itu, musim hujan adalah musim yang rentan penyakit! Mulai dari masuk angin, flu, demam, hingga gejala demam berdarah. Penyebabnya pun beragam, mulai dari sekedar kehujanan sampai digigit nyamuk.

Pada musim hujan, tentu akan lebih banyak muncul genangan-genangan air baru, baik di kaleng-kaleng atau botol bekas, maupun di celah-celah sekitar tempat pembuangan. Seperti diketahui, genangan-genangan air merupakan tempat bersarang dan berkembang biaknya nyamuk, termasuk spesies nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor atau serangga penular penyakit DBD atau demam berdarah dengue.

Masalahnya, nyamuk yang sudah terinfeksi virus dengue akan selamanya membawa penyakit tersebut, dan mungkin sekali akan menularkan penyakit ini ke kita dan keluarga kita selama nyamuk tersebut masih hidup dalam waktu dua sampai tiga hari. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi, bahkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah hingga kematian.

Tentu, bukan berarti penyakit ini tidak dapat dicegah. Berikut tindakan pencegahan yang bisa dilakukan agar kita dan keluarga terhindar dari ancaman penyakit DBD ini.

1. Menutup penampungan air dengan baik dan benar

Seperti yang telah disebutkan, beberapa celah dan wadah dapat menjadi tempat air tertampung. Tempat penampungan air tersebut adalah tempat efektif bagi para nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak, sehingga untuk menghindari risiko demam berdarah, kita perlu menutup segala kemungkinan nyamuk bisa berkembang biak.

Salah satunya dengan menutup tempat penampungan air dengan baik dan benar, serta membuang sampah wadah seperti kaleng dan botol dengan benar agar tidak dalam posisi bisa menampung air, terutama ketika musim hujan, potensi genangan air menjadi lebih banyak.

2. Menguras tempat penampungan air secara rutin

Kebersihan diri dan lingkungan rumah juga perlu diperhatikan. Sebaiknya kuras bak mandi secara rutin untuk membersihkan dari jentik-jentik nyamuk yang menempel. Kuraslah bak mandi paling tidak seminggu sekali. Tidak hanya bak mandi, wadah penampung berisi air seperti vas bunga dan ember juga harus dibersihkan.

3. Biasakan perilaku hidup rapi dan sehat

Salah satu perilaku sederhana yang dapat mencegah rumah dari berkembangbiaknya nyamuk adalah dengan mencuci dan melipat pakaian secara rutin. Jangan menumpuk-numpuk pakaian di balik pintu atau pojokan kamar. Selain tidak enak dipandang, tumpukkan pakaian tersebut bisa menjadi sarang nyamuk.

Menggunakan pakaian tertutup saat keluar rumah, terutama pada malam hari, dan memakai lotion anti nyamuk juga salah satu tindak pencegahan yang bijak.

Kebun di sekitar rumah juga sebaiknya diperhatikan. Bersihkan tanaman liar di sekitar kebun dan pekarangan rumah agar tidak menjadi sarang tersembunyi bagi nyamuk. Genangan air yang ditimbulkan tanaman liar akibar penyerapan air yang tidak maksimal juga bisa jadi tempat berkembangbiak nyamuk.

4. Mengasuransikan kesehatan sekeluarga

Sudah merasa melakukan tindakan pencegahan tersebut tapi masih takut risiko penyakit DBD yang menular dari siapa saja? Tentu kita selalu menginginkan yang terbaik untuk keluarga, termasuk memberikan perlindungan maksimal.

Saat ini sudah ada beberapa perusahaan asuransi yang menyediakan produk asuransi DBD. Salah satunya adalah Lifepal. So, enggak perlu khawatir lagi dengan datangnya musim basah. Proteksi dirimu dengan produk asuransi terbaik dan berkualitas sekarang.

Coba bandingkan asuransi yang cocok untuk penyakit DBD maupun penyakit lainnya di situs broker asuransi seperti Lifepal.co.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *